Menu Tutup

“Rindik” Alat Musik Tradisional dari Pulai Dewata

Wawasan budaya kali ini mari kita meluncur ke Pulau Dewata. Pulau yang kaya dengan pesona alam, budaya dan tradisinya. Kali ini mimin mau memperkenalkan salah satu alat musik bernama Rindik.

Alat musik tradisional yang terbuat dari potongan bambu berjumlah 11 sampai 13 buah, dengan beragam ukuran yang tentunya memiliki nada tangga yang bervariasi pula. Penyusunan potongan bambu dari sisi kiri untuk potongan yang paling besar hingga ukuran paling kecil di sebelah kanan. Cara memainkan Rindik yakni dengan dipukul, kedua tangan memiliki fungsi masing-masing. Tangan kanan memainkan kotekan dan tangan kiri memainkan melodi.

Sejarah Rindik secara singkat, dari beberapa sumber sejarah dimulai dari orang² Wengker (kini Ponorogo) yang memberontak ke Kerajaan Majapahit. Mereka memiliki alat musik yang bernama Angklung Reyog sebagai senjata. Pada suatu saat mereka diserang dan melarikan diri ke Bali. Namun sesampainya disana alat musik yang mereka bawa rusak dan banyak yang berubah posisinya.
Dari situlah alat musik tersebut ditata ulang yang kemudian dinamakan dengan Rindik yang berarti ditata rapi dengan sedikit celah (Jawa Kuno).

Oh iya, Rindik berfungsi mengikuti perkembangan jaman juga loo. Dulu dipakai sebagai hiburan rakyat terutama bagi para petani (mengiring tari Joget Bumbung). Dan untuk saat ini, biasanya sih digunakan dalam pernikahan ataupun festival budaya.

Semoga alat musik tradisional Indonesia tetap eksis ya sahabat meskipun jaman telah berubah setiap harinya. Tentunya disinilah peran para pemuda dibutuhkan untuk menjaga kelestariannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *