Menu Tutup

“Dende Bunti” Tradisi Pernikahan Adat Bima

Halo Sahabat PENA!! Kali ini kita akan membahas tradisi asal Bima, apa itu? “Tradisi Dende Bunti”

Dalam masyarakat Bima, Tradisi Dende Bunti dikenal sebagai salah satu rangkaian prosesi pernikahan adat Bima Yaitu, pengantaran calon pengantin pria untuk dilakukan akad nikah yang biasanya dilaksanakan di kediaman calon pengantin wanita.

Sebelum proses lafa atau akad nikah digelar. Calon pengantin pria akan diberangkatkan dari rumah orang tuanya menuju Uma Ruka atau rumah yang disiapkan sebagai tempat rias calon pengantin wanita dan biasanya Uma Ruka adalah Rumah calon pengantin wanita. Dengan berbusana pengantin yang sesuai dengan status sosialnya calon pengantin bersama rombongan pengantar (dende) bersiap-siap menuju Uma Ruka. Para pengantar yang terdiri dari ulama ,tokoh adat, sanak saudara dan kerabat juga memakai busana yang sesuai dengan status sosialnya masing-masing. Rombongan dende dimeriahkan oleh jikir hadra yang diiringi musik Arubana yang menggema.

Setelah sampai di Uma Ruka, rombongan disambut dengan tari Wura Bongi Monca dan atraksi berbagai jenis tarian rakyat. Atraksi itu menambah semaraknya suasana di uma ruka, tempat pelaksanaan upacara lafa. Seluruh pemuka sara hukum beserta ulama dan tokoh adat sudah hadir. Para sanak keluarga dan kerabat juga sudah lama menanti calon pengantin putra didampingi ompu panati dan sang ayah bersiap-siap untuk melaksanakan lafa. Lebe didampingi galara dan tokoh masyarakat, sudah siap untuk memimpin acara lafa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *